Kala itu aku masih SMA
pena itu menari-nari pada secarik kertas ivory
garis demi garis kulewati
bertuliskan naskah pertunjukan teater dramatik
cerita tersebut menggambarkan suatu keputusan
dimana keputusan terjadi karena keterpaksaan
keputusan itu membuat sang wanita kehilangan
kehilangan waktu,
kehilangan kasih sayang seorang kekasih yang meninggalkan
bukaan..
bukan sebab selingkuh yang menjadi taruhan
namun angan-anganlah yang menjadi pedoman
pergi..
pergi..
hilaang..
tanpa kabar..
berawal dari sakit hati si wanita menanti keterpurukan
menunggu,
hal yang tak mudah untuk dilupakan
hal yang tak ingin pula dilakukan
dihiburlah wanita cantik itu oleh para sahabatnya
dengan bunga warna-warni serta bau ciri khasnya
buang..
semua dibuang olehnya, tak terkecuali luka yang amat dalam merasuk
nyawa
sampai akhirnya..
sang pujangga berjalan.. berjalan.. berjalan..
dipeluknya dari arah belakang
derai air mata si wanita jatuh terkecuali cinta yang masih melekat
didada
menarilah mereka dengan alunan rasa "Kangen -Dewa19"
dan kau tahu wahai pemeran utama?
tiga tahun setelahnya
itu bukan lagi suatu cerita drama teater
namun sang penulislah pemeran utama
Annisa ialah penulis, dan Hafidz ialah Nodesta
-14 Februari 2018
-14 Februari 2018
Komentar
Posting Komentar