B ukan hanyalah sayang dan cinta yang kita perlukan, seperti aku yang duduk dikelas 2 Madrasah Aliyah Negeri yang cukup pengap dengan gunjingan teman sekelasku. Tidak tahu mengapa, apa salahku? Mengapa mereka tidak setuju aku selalu bisa mendapatkan peringkat 1? Mengapa mereka tidak suka aku dekat, bahkan hanya bertanya soal-soal pelajaran kepada guruku? Banyak hal yang perlu aku pelajari dari mereka, mengapa aku begitu berbeda? “Nukha.. apakah kamu tahu berita hari ini?” Yah, itu kata temanku yang sesungguhnya, nasibnya sama denganku. Penuh bully. “Tidak, Sabilla. Ada apa lagi?” Aku pura-pura bertanya walau aku sudah tahu maksudnya. “Kamu harus berhati-hati, jangan suka melihat ke belakang ketika kamu berbicara atau bereaksi sekalipun dan ketika kamu mendapatkan nilai terbaik lagi, kamu akan terluka.” Kata Sabilla serius. “Allah tahu semua, mana yang baik mana yang buruk. Aku tidak perlu takut ketika aku tidak bersalah, aku tidak peduli seberapa terlukanya hatiku nanti. M...